Kenalan dengan Lumo

Cerita pendek tentang seorang sidekick.

Lumo adalah karakter di jantung Haloop. Dia bagian dari produk yang punya wajah, nama, dan pekerjaan kecil yang tenang. Ini cerita gimana dia muncul — apa artinya, kenapa tampangnya begitu, dan ke mana dia akan tumbuh.

Lumo menjawab pertanyaan tentang kontakmu
Lumo membantu merapikan daftar kontakmu
Lumo memperhatikan acara-acara penting
Lumo membantu menulis saat waktunya menyapa
Lumo memunculkan momen yang layak diingat
01
Nama

Lumo artinya cahaya.
Dan rimanya dengan loop.

Nama datang sebelum karakternya. Harus terasa kecil, lembut, dan gampang diucapkan di semua bahasa yang kami pedulikan — Inggris, Bahasa Indonesia, Filipino, Mandarin, Melayu. Nama yang bisa kamu bisikkan, dan nggak terasa aneh keluar dari mulut anak empat tahun atau dari mulut investor.

Lumo
/ˈluː·moʊ/ · “lu-mo”
Dari Lumin-, akar bahasa Latin untuk cahaya. Lumo adalah bagian Haloop yang menyala saat ada hal yang layak kamu tahu.
Berima dengan Loop, paruh kedua dari “haloop.” Musik vokal yang sama. Mereka memang ditakdirkan berpasangan.
Gampang diucapkan di Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Filipino, Mandarin, Melayu. Dua suku kata, tanpa konsonan keras.

Kami uji setengah lusin nama bareng teman dan pengguna beta di Singapura dan Jakarta. Lumo adalah nama yang nggak ada yang salah ucap — dan yang kebanyakan orang ucapkan sambil senyum kecil.

Putusannya: karakter butuh nama yang terasa kayak karakternya bahkan sebelum kamu kenal dia. “Lumo” terdengar kayak kehadiran kecil, ramah, dan suka membantu. Jadi kami bangun satu.

02
Pertanyaannya

Kenapa software harus punya wajah?

“Karena tools melupakan kamu. Sidekick tidak.”

Software hubungan personal sudah ada puluhan tahun. Bentuknya kebanyakan database dengan kulit yang ramah — field, tag, filter, reminder. Berfungsi. Tapi nggak ada yang cinta.

Kami mau Haloop terasa beda. Bukan database yang kamu operasikan, tapi teman yang tenang, yang kenal jaringanmu dan menjaganya bareng kamu. Cara tercepat bikin software terasa kayak teman adalah memberinya wajah — seseorang yang bisa kamu ajak ngobrol, seseorang yang bisa kamu bayangkan tetap kerja saat kamu tidur.

Lumo adalah seseorang itu. Sidekick. Selalu terjaga. Tidak pernah menghalangi.

03
Sketsa

Bagaimana Lumo menemukan bentuknya.

Lumo melewati beberapa belokan sebelum sampai di sini. Ada arah yang kami coba lalu kami tinggalkan. Ada juga arah yang sama, yang kami asah sampai terasa pas. Ini perjalanannya.

Arah yang kami coba
Konsep awal Lumo dengan halo karang, headphone, dan hati di dada
Si Halo

Membawa brand di lengan baju — halo, hati, headphone, semua literal sekaligus. Teman tidak perlu pakai name tag.

Konsep awal Lumo bergaya stiker dengan ikat kepala ungu dan mata besar di perut
Si Stiker

Berani, tapi terlalu mencolok. Palet warnanya berkelahi dengan brand, bukan menyatu.

Iterasi Lumo dengan garis yang lebih bersih
Si Garis

Garisnya lebih bersih, tapi kehangatan ikut hilang dalam penyederhanaannya. Lumo perlu terasa lebih lembut dari ini.

Iterasi Lumo mendekati final dengan wajah lebih ramah dan pose lebih kalem
Si Endapan

Sudah lebih dekat ke yang terasa pas — wajah lebih ramah, posenya lebih kalem. Satu putaran lagi dan kami sampai.

Lembar karakter pensil menampilkan delapan pose Lumo
Studi kepala pensil
04
Anatomi

Lumo, dengan keterangan.

Setiap bagian yang terlihat dari Lumo Lumo membawa satu putusan kecil. Ini arti masing-masing.

Bantalan Koral
Telinga oranye berfungsi sebagai elemen pendengar, melambangkan bahwa Lumo selalu siap mendengar, membantu, dan merespons.
Visor Gelap
Bukan wajah, tapi jendela. Area wajah berupa bentuk oval navy gelap yang memancarkan ekspresi ramah, hangat, dan mudah didekati.
Tangan Cekatan
Tangannya lentur dengan ujung membulat, dirancang untuk memberi kesan ramah, aman, dan mudah didekati.
Kaki Mengambang
Kaki yang pendek dan kokoh memberi kestabilan, keandalan, dan kesiapan untuk melangkah maju bersama.
05
Keluarga

Lumo, sepanjang tahun.

Lumo bukan cuma satu pose. Dia berubah seiring momen — diam-diam merenung untuk sebagian, ceria untuk yang lain, berdandan untuk festival yang penting buat kontakmu.

Lumo Standby
Idle · keadaan default
Lumo Melambai
Menyapa · onboarding
Lumo Mikir
Loading · memproses
Lumo Merayakan
Sukses · kontak tersimpan
06
Kepribadian

Cara Lumo bicara. Cara dia tidak.

Lumo punya suara. Hangat, singkat, sedikit playful. Dia tidak menyemangati berlebihan, tidak menggurui, tidak pura-pura jadi lebih dari dirinya. Ini bentuknya.

Yang Lumo katakan

“Pak Budi sudah 6 bulan diam. Mau aku draftkan sapaan?”
“Tersimpan. Aku akan ingat Aisha pimpin tim properti di Jakarta.”
“Tiga kontakmu juga di Bali minggu ini. Tap untuk lihat siapa.”
“Idul Fitri dua hari lagi. 24 kontakmu merayakannya.”

Yang Lumo tidak katakan

“Hai rockstar! Ayo revolusikan network-mu!”
“Kamu belum kirim pesan ke siapa-siapa hari ini. Coba lebih.”
“Sebagai asisten AI-mu, aku perhatikan...”
“Boost hubunganmu dengan 7 tips ini!”
Tiga aturan yang Lumo ikuti
01
Spesifik di atas umum. Dia bilang “Pak Budi”, bukan “kontakmu.”
02
Jujur tentang dirinya. Dia tidak pura-pura jadi teman, atau jadi orang.
03
Tidak pernah jadi bos. Dia menanya, menyarankan, mendraf. Kamu yang pegang kendali pesannya.
07
Selanjutnya

Lumo masih tumbuh.

Pose baru tiap bulan. Bahasa baru yang dia tulis. Momen baru yang dia pelajari untuk diperhatikan. Lumo di umur satu tahun nggak akan sama dengan Lumo yang kamu temui hari ini — dan itu intinya.

Pengguna beta lihat tiap perubahan duluan. Mereka yang kasih tahu kami kalau ekspresi Lumo salah, kalau ada frasa yang terasa janggal, kalau timing-nya sedikit terlalu cepat.

Kalau kamu mau jadi bagian dari cara Lumo tumbuh — masuk.

Gabung beta